Group Musik DEBU Rayakan Maulid di Aceh
KELOMPOK Musik Islami asal Amerika DEBU, Penceramah ibukota Ustad Ahmad Alhabsyi, dan Qori terbaik nasional asal singkil Irham Syahputra Ismail akan tampil bersama mengisi acara Maulid Nabi Muhammad SAW masyarakat enam kabupaten/kota Pedalaman Aceh di Panggung utama Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Sabtu (17/4) mendatang.
Acara yang digelar Mahasiswa Poros Leuser (IPPEMATA Aceh Tengah, HPBM Bener Meriah, HIPEMAGAS Gayo Lues, IPMAT Aceh Tenggara, HIPMASIL Aceh Singkil, dan HPP- SHaF Subulussalam) rencananya ikut dihadiri oleh para bupati, DPRA, DPRK dari enam kabupaten/kota, serta sejumlah tokoh, dan pejabat pemerintahan Aceh.
Ketua Pelaksana kegiatan Ihsan Fauzi menyebutkan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap enam kabupaten di lintasan Gunung Leuser, dimana keterikatan bersama menjadi penting untuk memperkuat percepatan pembangunan di kawasan pedalaman Aceh itu. “Maulid dan Silaturahmi ini sekaligus mengundang seluruh masyarakat Pedalaman Aceh untuk saling bersilaturahmi dan bertukar informasi, sesuai kesepakatan expert meeting yang diselenggarakan enam kabupaten pedalaman Aceh beberapa waktu lalu di Banda Aceh,” kata Ihsan.
Menurut Ihsan, Acara Akbar ini pendanaannya didukung penuh oleh Pemerintah enam kabupaten/kota, Pemerintah Aceh, tokoh masyarakat, DPRK, dan DPRA asal pemilihan pedalaman Aceh. Acara dimulai pukul 09.00 hingga 23.00 wib dengan rangkaian kegiatan maulid dan makan bersama 200 anak yatim, puncaknya diisi serangkaian kesenian Islami bertaraf internasional dari enam kabupaten/kota seperti Saman Gayo Lues, Meudampeng, dan Guel. “Acara ini untuk ruang silaturahmi bagi masyarakat enam kabupaten dan baru pertama kali dilaksanakan, makanya masyarakat kawasan Pedalaman Aceh yang berada di perantauan dari Banda Aceh, Aceh Besar, Sigli, Calang, Meulaboh, Sabang, dan Aceh Besar akan diundang, dan sementara tokoh-tokoh dari 6 kabupaten akan diundang langsung dari daerah,” jelas Ihsan.
Ihsan juga menjelaskan bahwa acara yang digelar di Banda Aceh murni sebagai kegiatan sosial, tanpa muatan politik. Jadi, kata Ihsan, masyarakat harus melihat ini sebagai kegiatan yang positif. “Enam kabupaten ini memang berada di satu kawasan dimana dalam pengelompokan kabupaten/kota, enam kabupaten ini di sebut Masyarakat kawasan Tengah tenggara Pedalaman Aceh,” lanjut Ihsan
Sementara koordinator acara Sukri menjelaskan, seluruh acara yang ditampilakan sudah dipersiapkan dengan matang, termasuk sound system 60 ribu watt, dengan pencahayaan lighthing yang megah. “Pertemuan masyarakat enam kabupaten ini memang bagian sejarah penting, sehingga konsep acara juga harus benar-benar matang, tapi dengan nuansa islami yang kental pula” Demikian jelas Sukri.
Fikar W Eda Siapkan “Puisi Khusus’ untuk Masyarakat Leuser
Penyair nasional asal Gayo Fikar W Eda akan menyiapkan puisi khusus masyarakat Leuser di perantauan pada malam pagelaran Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan Forum Bersama Mahasiswa Poros Leuser di Taman Ratu Safiatuddin, Sabtu 17 April, pukul 20.00 wib mendatang.
Hal itu disampaikan Koordinatoor acara Sukri saat melakukan persiapan pengisi acara Maulid di taman ratu safiatuddin Jum’at lalu. Selain Fikar W Eda dengan ‘menu puisi khusus’, mahasiswa dari enam kabupaten ambil bagian mengkolaborasi gerak tari dari kawasan pedalaman Aceh. “Ada sekitar 100 penari nantinya akan menyusuaikan gerak ‘persaudaraan’ yang dikemas oleh koreografer Anton,” kata Sukri.
Panitia terus melakukan perispan-persiapan untuk mensupport acara akbar ini. Selain penyair Fikar, direncanakan akan tampil kelompok musik asal Amerika DEBU, Ustad Kondang Ahmad Alhabsyi, pembaca Alqur’an terbaik nasional asal Aceh Singkil Irham Syahputra Ismail dan Garapan tarian dari 6 kabupaten. “Semuanya sudah final, dan insya Allah artis-artis juga akan hadir bersama masyarakat Aceh,” lanjutnya.
Kegiatan yang mengambil thema dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW mari kita tauladani nilai-nilai kenabian untuk membangun Aceh melalui pendekatan kawasan, merupakan yang pertama kali dilakukan dengan melibatkan enam kabupaten. Ketua Panitia Ihsan Fauzi menyebutkan, bupati enam kabupaten berikut DPRK dan DPRA asal pemilihan pedalaman Aceh ini akan hadir menyemarakan acara ini. “Mereka telah punya komitmen hadir,” demikian kata Ihsan.[]
Oleh Jauhari Samalanga,
Manager Pertunjukan/Musik dan Film Lembaga Budaya Saman
Category: Musikal
















Keluarga Besar Lembaga Budaya SAMAN berduka sedalam-dalamnya atas kepergian Penyair Aceh Asnawi Aida Manggeng (A.A.MANGGENG). Meninggal dunia Sabtu 27 Maret 2010 jam 01:30 di RSU ZA, Banda Aceh, dikebumikan di Manggeng Abdya. Ia telah pergi, tinggal kenangan bagi yang pernah bersua dengannya, tinggal menikmati karyanya bagi generasi. Selamat jalan sobat, kau telah mencatat diri di bumi ini, karya-karyamu kan abadi.