LaSQI Aceh Berikan Anugrah Seni Saat Festival Bintang Vokalis Gambus Propinsi
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LaSQI) Aceh Festival Bintang Vokalis Qasidah Gambus Tingkat Propinsi Festival Bintang Vokalis Qasidah Gambus Tingkat Propinsi. Festifal tersebut untuk memilih vokalis gambus terbaik dan dikirim ke Festifal Bintang Vokalis Qasidah Gambus Tingkat Nasional di Palu, Sulawesi Tenggara pada April mendatang.
Demikian kata Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) LaSQI Aceh, Dewi Meuthia, ST di Anjong Mon Mata, Banda Aceh (14/3). Kata Dewi, tahun 2010 LaSQI Aceh diikuti peserta terbanyak dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
“Tahun ini kita dapat peserta 65 orang dari seluruh kabupaten/kota se Aceh. Ini merupakan kemajuan dalam bidang minat seni gambus di Aceh. Banyaknya peserta kali ini karena orang Aceh sudah merasa gambus adalah jenis music yang keacehan dan Islami, dan gambus tidak elergi denganjenis music lain, malah kini gambus dari Aceh telah dipentaskan di Turki dan Lebanon, jadi gambus musik mendunia,” kata Dewi dalam acara yang turut dihadiri Group Rayyan, pentola gambus terkenal Malaysia.
Kata Dewi, tahun lalu LaSQI Aceh mendapat juara umum ke empat pada festifal LaSQI nasional. Tahun ini, kata Dewi, tidak ada juara umum karena yang diperlombakan satu cabang ‘BIntang Vokalis Qasidah Gambus’ saja.
“Biasanya festifal LaSQI dilaksanakan dua tahun sekali dan semua perlombaan dilaksanakan dalam satu paket. Kini dilaksanakan setahun sekali, makanya tahun ini hanya mencari bintang vokalis, dan tahun depan dilaksanakan festifal rebana, yang tingkat nasionalnya berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB),” kata Dewi.
Dalam Acara yang diketuai Karo Kesra Provinsi tersebut kesempatan tersebut, LaSQI Aceh memberikan Anugrah Seni kepada pakar gambus Aceh, Ibrahim Syah (Bencek). Kata Dewi, lelaki kelahiran Aceh Tengah tahun 1944 tersebut telah merintis dunia gambus di Aceh sejak tahun 60-an.
“Perjalanan musik gambus di Aceh tidak akan sebesar sekarang jika Bencek tidak ada, jadi kita berinisiatif memberinya Anugrah Seni dalam Festival Bintang Vokalis Qasidah Gambus Tingkat Propinsi ini,” tandas Dewi, yang juga pendiri Center for Aceh Justice and Peace (CAJP).
Thayeb Loh Angen
















Keluarga Besar Lembaga Budaya SAMAN berduka sedalam-dalamnya atas kepergian Penyair Aceh Asnawi Aida Manggeng (A.A.MANGGENG). Meninggal dunia Sabtu 27 Maret 2010 jam 01:30 di RSU ZA, Banda Aceh, dikebumikan di Manggeng Abdya. Ia telah pergi, tinggal kenangan bagi yang pernah bersua dengannya, tinggal menikmati karyanya bagi generasi. Selamat jalan sobat, kau telah mencatat diri di bumi ini, karya-karyamu kan abadi.