Subscribe via RSS Feed Connect with me on Flickr
banner

ACDK Bireuen Tepung Tawari Kandang Kambing

TEUNGKU Imuem gampong sedang menepung tawari (Peusijuek) kandang kambing kelompok yang dibentuk ACDK Bireuen yang berlokasi di gampong Alue Sijuek, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Aceh. Kamis 03 Juni 2010. Foto/ACDK Bireuen

BIREUEN - Sebuah kelompok binaan ACDenmark (ACDK) Bireuen peusijuek (tepung tawari) kandang kambing di Gampong Alue Sijuek, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Aceh, Kamis 03 Juni 2010 sekitar pukul 08.00 WIB.

Staff Program ACDK Bireuen Saifannur Muhammad mengatakan budaya Aceh tersebut tersebut dilakukan oleh Teungku Imuem gampong setempat serta ditemani oleh beberapa orang perangkat gampong dilokasi peternakan kambing kelompok binaan ACDK Bireuen.

“Dalam acara membuka atau meresmikan sesuatu dengan budaya Aceh ini,  kami mengundang beberapa orang anak yatim/piatu dari Sekolah Dasar (SD) gampong Alue Sijuek Kecamatan Peudada yang diantar langsung oleh guru mereka ke tempat acara peusijuek, untuk anak yatim/piatu tersebut juga diberikan bingkisan berupa uang alakadar yang dimasukkan kedalam amplop,” kata Saifannur.

Kata Saifannur, kelompok yang dibentuk ACDK sejak Januari 2010 di Alue Sijuek, Peudada dijalankan dengan konsep mawah (bagi hasil) sebagai salah satu sistem yang pernah masyhur di Aceh tempo dulu.

“Kelompok ini merupakan kelompok pilot, dan hasilnya akan terus dicatat dan diperhatikan dari setiap bulan hingga setahun, untuk kemudian bisa menentukan program ini dapat di lanjutkan secara berterusan termasuk ke daerah-daerah lain nantinya di Aceh, namun hingga hari ini nampaknya peternakan kambing tersebut berjalan cukup efektif dan baik, induk kambing pun terus diperbanyak jumlahnya setiap bulan, bahkan ada yang sudah mulai beranak,” kata Saifannur.

Salah seorang pembina ACDK Tarmizi Agemengatakan ACDK menginginkan konsep mawah (bagi hasil) ini bisa menjadi sebagai penggerak dan semangat baru kepada masyarakat gampong dalam membangun perekonomiannya masing-masing.

“ACDK  mengajak masyarakat Aceh di mana pun, yang memiliki modal sekalipun dua ekor kambing dan punya minat dalam usaha ternak bisa saja menggunakan konsep ini untuk membangun ekonomi masyakarakat gampong yang saling menguntungkan, atau bisa juga menyerahkan melalui ACDenmark (ACDK) untuk mengurus berdasarkan syarat yang ditetap dalam perjajian nantinya,” kata Tarmizi.[]

Tags: , ,

Category: Etika

Tentang Penulis: Pengelola website Saman Cultural Magazine. email: admin@samanculturalmagazine.com

Komentar Anda




Sampaikan dengan sopan dan tidak mengandung sara.