Subscribe via RSS Feed Connect with me on Flickr
banner

Tentang Kami

Tentang Lembaga Budaya SaMaN dan SaMaN Cultural Magazine

Pusat Budaya dan Peradaban Dunia Melayu

Pada tanggal 10 Agustus 2009, beberapa pemerhati budaya mengadakan pertemuan di Banda Aceh. Dihadiri Teuku Kemal Fasya, Herman RN, Musmarwan Abdullah, Jauhari Samalanga, Arafat Nur, Thayeb Loh Angen.

Dalam pertemuan tersebut disepakati kita bentukkan sebuah jurnal kebudayaan yang disebut majalah bernama “SaMaN” yang identitasnya “Cultural Magazine”.

Pada 24 Desember 2010, para pemerhati budaya mengadakan pertemuan di Banda Aceh yang difasilitasi H Harun Keuchik Leumiek. Pertemuan tersebut dihadiri H Harun Keuchik Leumiek, Teuku Kemal Fasya, Herman RN, Musmarwan Abdullah, Jauhari Samalanga,  Thayeb Loh Angen, Salman Yoga, Zulham Yusuf, Iskandar Norman, Suryadi Abdi Darma.

Pertemuan yang berbasis menguatkan tekat pada kebudayaan dan bersifat reuni tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa perkumpulan ini dinamakan Lembaga Budaya Saman, dengan karya utamanya majalah budaya ‘SAMAN Cultural Magazine.’  Pengelola rubrik SAMAN Cultural Magazine adalah Teuku Kemal Fasya, Musmarwan Abdullah, Jauhari Samalanga, Arafat Nur, Herman RN, Ayi Jufridar, Salman Yoga, Zulfadli Kawom dan Thayeb Loh Angen.

Kelanjutannya Lembaga Budaya Saman didaftar di notaris, dengan Akte Notaris: H Nasrullah, SH, nomor 04, tanggal 05 Januari 2010.

Hanya bangsa yang menghargai budayanya jadi bangsa agung di dunia.

Center of  World Culture and Civilization Melayu